Minggu, 25 September 2016

Apa yang Terjadi Setelah Perekaman E-KTP

Annyeong guys....

Setelah kemarin aku post tentang perekaman E-KTP di Kantor Camat Ubud tercintah, sekarang aku mau nulis tentang pasca perekaman, yaitu nyari E-KTP nya ke Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Gianyar. Selain nyari E-KTP aku juga mau sekalian cari ttd ketua dukcapilnya.

Karena paginya aku mesti ke kampus buat ikut UKM, jadi aku putusin ke dukcapilnya sekitar jam 10-an. Ternyata selesai UKM lebih cepat dari biasanya. Sampai di rumah aku langsung makan guys laper banget abis yoga. Entar kalau engga makan nanti aku pingsan lagi di dukcapil. Kan semua orang jadi repot.

Lanjut mandi and dandan yang cantik. Siapa tahu nanti ketemu Jungkook di dukcapil. Hahaha ngaco. Sebenarnya guys aku engga tahu dimana tepatnya kantor dukcapil Gianyar. Jadi aku ngajak temenku buat nemenin menelusuri Kota Gianyar tercintah.

Akunya udah siap and temenku juga udah bebek *apasih?* kami berangkat menuju kota Gianyar. Adakah disini yang kek aku? Ada yang dari Gianyar and engga tahu kantor dukcapilnya? Aku kasik tahu sekarang ya. Hahaha sombong amat baru juga kemarin taunya. Jadi pusat pemerintahan di Gianyar itu.... Duh aku lupa nama jalannya. Ini kenapa coba, niat nulis gak sih. Pokoknya kalo kmu dari arah Ubud, Bedulu, Mas atau sekitarnya lurus ke selatan di depan RS. Sanjiwani menuju taman kota and belok kiri. Trus ketemu lampu merah belok kanan ke arah musjid *gimana sih tulisannya musjid atau masjid, maaf ya aku engga tahu. maaf banget maaf. Ketemu lampu merah lagi belok kanan. Disitu dah Pusat pemerintahannya. Banyak banget ada dinas-dinasan disana. Abis belok kanan lurus aja ke barat sampe ketemu perempatan, disana belok kanan. Kamu bakal lihat terminal di sebelah kiri kamu guys. Nah dukcapilnya itu ada di depan terminalnya.

Sampe di sana aku ditanya keperluanku sama seseorang, mungkin pegawai disana. Aku jawab aja mau nyari E-KTP and ttd ketua dukcapil buat KK baruku. Dan dia nunjukin arahnya. Sebagai warga negara yang baik aku nurut aja deh.*bukan karena itu juga sih* Sampai disana aku ambil nomor antrean. Engga kek di camat disana cuma ada satu orang yg duduk di kursi tunggu. Itupin udah gilirannya. Saking sepinya sampe ada kucing ikutan di ruangan itu biar engga sepi. Dengan santainya dia tiduran di atas kursi tunggu. Engga lama no ku dipanggil sama ibi-ibu sana.

Dengan santun aku awali pembicaraan. "Permisi bu, saya mau nyari E-KTP sama ttd pak ketua dukcapil" . "Oh kebetulan bapaknya ada disini. Sudah rekaman?" sahut ibi-ibu itu. "Sudah bu kemarin". Lalu aku nyerahin surat -surat yang aku dapat dari camat sama KK aku yang mau di tanda tangani. Ibu-ibu itu masukin KK ku ke map and kasik mapnya ke ketua dukcapil sambil bilang "Pak ditunggu sama masyarakatnya mau nyari ttd. Ditunggu masyarakat. Kenapa kata itu terdengar terlalu berlebihan untuk kami berdua. Kami disana engga berasa sebagai masyarakat loh tapi malah ke anak-anak yang pergi jauh dari rumah. *ini maksudnya apa coba* Lucu aja denger kata itu jadinya.

Semua orang keknya sedang sibuk disana, Pak ketua sedang ttd semua hal/? termasuk KK ku, Ibu-ibu itu nulis sesuatu di kertas memo. Kucing yang tadi jilat-jilat bulunya. And aku sama temenku berdua juga sibuk bernafas.

Dengan suara lembutnya ibu-ibu itu nyerahin kertas memo yang ditulisnya kemarin. "Adik, nanti pas tanggal ini *ibu-ibu itu nunjuk ke tulisan tanggal yang tertulis di atas memo tersebut* telepon no ini dan tanyakan apakah E-KTP nya sudah jadi apa belum. *nunjuk lagi ke no telepon yang tertulis di atas memo*". Ada hening sejenak. Kemudia ibu-ibu itu lanjutin ngomong lagi "Nanti kalau dibilang udah selesai kesini lagi bawa ini*kertas memo* engga usah antre langsung ke loket. Kalau dibilang belum jadi, tunggu lagi dan coba telepon lagi di lain hari sampai adik disuruh datang nyari kesini. Karena dipusat sedang ada masalah dan kami tidak tahu sampai kapan ini kan berlangsung ". Dengan polos aku jawab "Iya bu". "Ini kartu KK nya sudah di tandatangani"."Suksma bu" aku mengambil KK ku dan melangkah ke luar dengan perasaan kecewa *apasih lebay*

Temenku bilang kek gini "Kalau engga nyari ttd di KK, kamu bakalan pulang dengan tangan kosong"
Aku juga ngerasa kek gitu. Merasa perjalanan kami yang sangat singkat, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke hardys  aja. Itung-itung ngadem. Pas sampai di hardys aku baru berpikir. Ini emang gak mungkin. Kemungkinan pertama, sistemnya rusak dan penyebabnya mungkin adalah terlalu banyak yang akses ke sana. Dari info di televisi masih banyak rakyat Indonesia yang belum punya E-KTP, sekarang bayangin aja ada ratusan orang yang daftar E-KTP belum lagi masalah blanko yang abis. Kenapa pemerintah engga mikirin ini sebelunnya dan malahan buat batas waktu yang terlalu dekat. Dan kenapa juga engga dari tadi pas aku di dukcapil kepiriran kek gini. Aku bisa tanyain semua sampai sejelas jelasnya disana. Duh.. ini mahasiswa kelas apaan sih. Bego banget engga kritis.

Mungkin pemerintah berpikir bakalan bisa capai semua goals nya. Tapi pemerintah engga tahu bahwa manusia Indonesia itu kebanyakan adalah anak H-1. Kalau udah gini gimana dong? Siapa yang susah sekarang, pemerintah juga kan. Mesti benerin sistem yang eror and buat blanko yang banyak trus nyetaknya lagi. Duh bener-bener semrawut.

Kalau menurut aku sih gini aja. Pemerintah buat program pembuatan E-KTP serentak kek dulu. Dan kalu bisa diselenggarakan bertahap berdasakran Provinsi. Jadi kan engga mekladukan jadinya. Semua orang jadi senang deh

Hahahaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar